Apakah kmu sering diintimidasi? Apakah kmu sering dihina? Apakah kmu merasa tidak ada lagi alasan untuk kmu terus hidup? Mungkin kmu adalah salah satu korban bully… Apa itu bully? Seperti apa gejalanya? Ato justru kmu adalah pelakunya? Kmu merasa kecanduan untuk membully orang lain? Postingan ini akan membahas semuanya
Kalo menurut BullyBeware , bullying adalah:
Bullying in its truest form is comprised of a series of repeated intentionally cruel incidents, involving the same children, in the same bully and victim roles. This, however, does not mean that in order for bullying to occur there must be repeat offenses.
Jadi bully bisa diartikan sebagai kegiatan menyiksa secara fisik maupun mental seseorang (target) secara terus-menerus yg memang disengaja oleh pelaku (bullyer). Dan kadang-kadang alasan untuk aktivitas ini tidak disebabkan oleh hal yg spesifik, namun oleh banyak sebab, seperti berikut:
- Keinginan untuk mendominasi sesama teman atau rekan kerja
- Kebutuhan untuk memiliki kontrol, atau untuk senantiasa mengalahkan orang lain
- Tidak adanya rasa menyesal atau kasihan terhadap korban (malah menyebabkan sensasi kegembiraan pada diri bullyer, trust me it works is)
- Penolakan akan tanggung jawab yg disebabkan kegiatan bully (alias akan terus-menerus mem-bully orang lain)
Mmm, sekarang jenis-jenis bully ada apa aja sih? Oke, berikut adalah jenis2nya:
- Physical Bullies (bully secara fisik), jenis ini biasanya disertai oleh pukulan atau tendangan terhadap korban, atau yg lebih extreme, merusak barang milik korban. Bully jenis ini adalah bully yg paling mudah dikenali karena mudah diidentifikasi (alias pasti terlihat karena dilakukan secara fisik)
- Verbal Bullies (bully secara verbal), jenis ini biasanya menggunakan kata2 untuk menyakiti orang lain. Bully tipe ini mencakup pemanggilan nama yg sudah dirubah (misalnya “Heh pi, sapi” padahal nama sebenernya adalah Syafei (hanya contoh kok, ga beneran
)), ato juga hinaan, komentar rasis (contohnya kaya “Oi item, kemana aja lu” ), ato juga godaan yg terus-menerus (“Eh neng, kok jalan trus sih kalo ada abang? Temenin abang dulu donk” apalagi kl kmu cowo, pasti tambah risih ngedengernya, ato cenderung kasian krn si abang ga bisa bedain antara cewe sama cowo). Bully tipe ini cepat menuju sasaran, dan dapat muncul kapanpun saja, dan menimbulkan kerusakan yg lebih besar daripada bully secara fisik karena tidak ada luka fisik, hanya luka mental yg ada). Dan tingkat kenikmatan tertinggi bagi pelaku biasanya ada di tipe ini. - Relational Bullies (bully secara sosial), jenis ini adalah bully yg dilakukan dengan cara meng-exclude seseorang dari suatu komunitas sosial. Jadi bisa dibilang dibuang secara sosial (socially trashed). Biasanya tipe ini dilakukan oleh para remaja putri (anak2 SMU paling sering). Bully ini menyebabkan kerusakan mental juga disaat sang korban sangat membutuhkan interaksi sosial, dan sering menyebabkan seseorang menjadi orang yg dingin dan impulsif.
- Bullies from Reactive victims (bully yg disebabkan oleh korban reaktif), artinya apa, artinya adalah tipe korban yg dapat mengambil alih situasi dan keadaan, sehingga bertukar peran yg awalnya adalah korban malah bisa menjadi pelaku. Tapi biasanya cara encounter dari nya lebih ke pada omongan atau sikap yg lebih sadis daripada bully biasanya (misalnya “Udahlah ga usah ganggu gw, lu kencing aja masih ga lurus”). Hanya korban2 tertentu yg bisa menjadi tipe korban seperti ini. Dan biasanya reactive victims sering menjadi korban pemukulan sekelompok orang lain karena komentar balasannya yg memicu amarah orang lain.
Bully pun dapat dibedakan menjadi tingkat level si pelaku:
- Pelaku setara dengan korban, artinya tipe bully yg dilakukan terhadap temen sendiri ato rekan selevel. Biasanya bully ini awalnya hanya untuk tujuan hiburan sang pelaku, namun seiring perjalanannya menyebabkan rasa kecanduan dari pelaku.
- Pelaku memiliki level lebih tinggi dari korban, artinya tipe bully yg dilakukan orang seseorang yg lebih tinggi tingkatannya (misalnya oleh bos terhadap anak buah nya, ato guru terhadap muridnya). Biasanya dilakukan dengan cara melecehkan atau bersikap arogan dan berpikiran “Gw yg paling bener, lu udah pasti salah” (salah satu tipe bully yg dilakukan saat OSPEK).
- Pelaku memiliki level lebih rendah dari korban, artinya pelaku justru memiliki level lebih rendah dari korban, dan sering disebabkan karena bully yg dilakukan pertama kali oleh yg level nya lebih tinggi ato justru karena korban tidak memiliki harga diri lagi diantara para pelaku (misalnya bos yg kurang bisa menguasai anak buahnya sehingga sering dihina secara implisit oleh anak buahnya), selain itu orang yg berani membully atasannya biasanya sudah memiliki keahlian bully yg tinggi. Karena dibutuhkan keberanian yg tinggi untuk membully atasan.
Statistik tentang bully:
Waitt Institute for Violence Prevention menunjukkan bahwa 1 dari 3 karyawan di kantor mengalami tindak bully terhadap dirinya. Dan biasanya berefek terhadap kinerjanya dalam bekerja, walopun dia bukan menjadi korbannya secara langsung (hanya menyaksikan temannya yg menjadi korban).
Selain itu, 57% dari seluruh korban bully adalah wanita. Walopun begitu, pria lebih senang membully siapapun, ga masalah gendernya apa. Sedangkan wanita lebih cenderung mem-bully terhadap mereka yg berjenis kelamin sama. (kalo bencong ga tau deh)
Akibat dari bully terhadap kesehatan:
Biasanya kerusakan yg dialami oleh para korban adalah kerusakan secara mental, bisa berupa stress dan ketakutan yg berlebihan, selain itu bisa menyebabkan keletihan emosional (baru denger nih gw). Mereka yg mengalaminya biasanya memilih untuk meninggalkan tempat kerja ato sekolah yg dia huni (bisa jadi masukan buat kantor yg bingung karena sering ditinggal sama karyawannya).
Kelainan kepribadian para pelaku bully:
Ada 3 jenis kelainan kepribadian yg dimiliki oleh para pelaku, tapi detail dari setiap kelainan tidak dapat dijelaskan secara mendetail disini karena dibutuhkan pembahasan khusus tersendiri mengenai itu.
1. Histrionic personality disorder, yg mencakup superficial charm (ga tau maksudnya), tidak tulus, sikap egosentris, dan senang memanipulasi orang lain
2. Narcissistic personality disorder (ada ya ternyata), yg mencakup grandiosity (kelainan lain yg menyebabkan kesombongan pada penderitanya), memiliki fokus yg berlebihan terhadap pekerjaannya sehingga tidak memiliki empati terhadap orang lain, temperamen meledak2, dan merasa tidak tergantung terhadap orang lain.
3. Obsessive-compulsive personality disorder, yg mencakup sikap perfeksionis yg tinggi, pengabdian yg berlebihan terhadap pekerjaan, haus akan kekuasaan, dan sikap keras kepala.
Aktivitas bully yg umum terjadi di masyarakat:
- Bertindak kasar terhadap pelaku, seperti melarang korban menyentuh barang2 punya kamu ato sebagainya.
- Berbicara dengan nada dan kata2 yg merendahkan orang lain (sangat bagus kalo kmu udah punya kelemahan ato aib orang tersebut, bully akan lebih efektif dengan itu)
- Cepat mengkritik, namun tidak mau memuji kalo korban melakukan kebaikan, hal ini sangat umum di ilmu komunikasi. Cara ini secara perlahan merendahkan kepercayaan diri seseorang, dan senantiasa merasa tidak pernah bekerja secara benar (salah satu tipe bully yg dilakukan di lingkungan kantor).
- Merusak barang pribadi ato hasil pekerjaan orang lain, dan menimbulkan rasa tidak menghargai atas hasil kerja keras seseorang (biasa terjadi saat OSPEK dan di kantor juga)
- Membunuh karakter si korban, ini biasanya dapat dilakukan dengan cara menyebarkan berita atau rumor yg tidak benar tentang si korban, dan secara otomatis akan membunuh karakter si korban.
- Senantiasa tidak kooperatif saat sang korban meminta tolong sesuatu pada pelaku, alias ga pernah mau bantu korban supaya lebih berhasil.
- Pengasingan sosial, seperti yg telah dipaparkan sebelumnya.
- Penganiayaan secara fisik.
Tips & Trick bully yg efektif, namun tidak terlalu sadis (emang ada??):
- Bekerjalah secara kelompok (oiya lupa, aktivitas bully yg dilakukan secara berkelompok terhadap seorang korban dinamakan mobbing)
- Selalu saling mendukung dalam bully yg telah dilakukan salah satu rekan di kelompok itu, artinya apabila sang korban telah mulai melawan, tekan terus dan selalu menganggap apapun yg dikatakan sang korban selalu salah. Intinya satu, “He/She is ALWAYS WRONG whether he/she is right”
- Apabila kmu telah mengetahui salah satu aib dari sang target, selalu pakai aib itu untuk mementahkan perlawanan dia, dan saat aib itu dibuka, lakukan tekanan secara mental misalnya tertawa yg keras, ato tertawa yg nyeleneh (ato bahasa inggrisnya “ngenyek”). Dan lakukan semua itu di waktu yg bersamaan sehingga mencegah sang korban untuk melawan.
- Apabila dalam suatu saat dia bisa mementahkan bahan bully kmu, langsung alihkan topik bully nya ke topik yg lain. Hal ini harus dilakukan secara kompak dengan rekan sesama pembully lainnya. Hal ini menyebabkan tekanan mental yg terus-menerus terhadap korban.
- Satu hal tentang bully, BULLY IS NEVER ENOUGH, dan kalo anda sudah merasakan nikmatnya menjadi pembully, anda akan merasa kecanduan akan hal tersebut. Jadi bully terus menerus agar kepuasan batin bisa terpenuhi.
Tips & Trick agar tidak menjadi bahan bully trus menerus:
Maaf hal ini tidak dapat saya paparkan lagi, ntar ga ada korban bully lagi donk..
Tapi ada satu nasihat dari saya buat para korban bully, anda akan menjadi orang yg paling sangat tabah, dan akan selalu menghadapi bully2 berikutnya di masa depan, namun tetap saja, sekali udah jadi korban, bisa selamanya jadi korban kalo sikapnya ga berubah (bully bisa terjadi karena sikap anda yg “memancing” atau “meminta” untuk dibully…apakah itu?, silahkan direnungi…)
Buat kmu yg pengen belajar jadi pembully yg baik, kmu harus punya:
1. Kecepatan berpikir, kenapa? soalnya kalo dalam suatu situasi bully kmu dibalikin sama korban kmu harus bisa nge-bully balik
2. No mercy, alias tingkat kekejaman yg tinggi. Wakakak…
3. Persistence, maksudnya sekali membully harus teguh terus untuk membully, tapi biasanya kalo udah merasakan nikmatnya nge-bully, bakalan persistence dengan sendirinya kok.
4. Memiliki sikap membantah, yep ini juga salah satu hal yg penting untuk menjadi seorang pem-bully.
Ilmu tentang per-bully-an selalu berkembang, anda masih dapat mengeksplorasi sendiri ttg bully. Selain itu dibutuhkan kreativitas yg tinggi agar ilmu bully bisa maju dan tetap eksis di masa depan. (Ngomong opo iki???)
Demikian bahasan mengenai bully, mudah2an segala kajian diatas dapat dijadikan bahan ke arah yg positif (menjadi pelaku bully) atau negatif (menjadi korban), ga ada diantaranya, karena secara tidak sadar kalian pasti pernah mem-bully ato di-bully orang lain. Semoga dapat dijadikan bahan renungan… Wakakakak…

wuedian panjang amir , baca dolo …
bedanya sama men ca- bully apa yah ? hahaha
lanjut gan…
inget nih buat para pembully…akibat dibully mulu orang bisa kena “keletihan emosional”..
hati2 loh… lama2 numpuk, serangan baliknya bakal lebih menyakitkan.. >:)
Kalo bully yang berniat mengkritik agar sang korban kapok gimana?
* hint: celengan
pasti pelaku deh, ga mungkin korban, kl korban kan ga mungkin ngasih saran, soalnya kl ngasih saran kan udah pasti pelaku *halah muter2*
@ant : kayanya buat hal2 yg ky gitu, lu lebih ahli deh… wakakak…
@liz : oooo… i’m scared… :p
@eru : kayanya harus tetep dilancarkan… bahkan dengan cara yg lebih brutal, yg sifatnya seperti humiliation (misalnya fotonya ditaro di milis kantor, ato hal2 lain yg bisa memalukan buat dia), kalo masih ga sadar… ampun dah… (bisa sadar ga ya???)
@tiiikaaa : iya donk, lengkap dengan semua kelainan kepribadian yg menyertai saya di bahasan diatas… wakakak…
PerBullyan..Topik yang selalu hangat untuk dilakukan..wkk..hebat reasearch nya euy! (ato mungkin pesonal experience??!). Setuju No, kayaknya semua orang pernah jadi Bully/Bullier ato temennya Bully/Bullier ato sekedar pernah liat pemBullyan. nah yang bikin repot, Bullying tuh penyakit menular. tadinya ga niat ngebully, tp temen2 pd ngebully, jadi weh ikutan..wkk. emang bakat keknya sih
. pertanyaan nya, kalo si Bully nya ngga keberatan di Bully-i, itu termasuk Bullying ga ya? hmm..
SALUUT No,
Unette
bully yang bertujuan perlu memperhatikan sang korban, untuk kasus celengan sepertinya agak susah sebab korban yang satu ini begitu menikmati dibully, biar celengan dipajang di koran juga sepertinya malah bangga, dasar badak(ini termasuk bully nggak ya?)
@unette : kalo sang korban ga keberatan dibully? bully aja trus, yg penting kepuasan bathin tercapai… wakakak… cuman kalo tujuan bully kita untuk tujuan yg baik tapi sang korban ga mau sadar2… nah itu dia yg bingung…
@tamago : iya tam… tapi kan ga mungkin dia ga punya malu bgt (apa emang ga punya malu ya?)… mungkin kalo kita permalukan dengan hormat dia bisa sadar… mudah2an… wakakak…
wakwakwkawkaw.. kluar juga topic ginian.. keknya bahasan yang paling dikuasai ma Ano ya ini.. programming sih lewaatt.. kalo masuk CR.. udah leadership lo No.. wkwkwkw.. herannya dulu.. model bully lo gak agresif.. tau2 nyeluk tapi JLEB doank.. skarang udah beda keknya.. wkwkkw..
atu lagi no.. yang dibutuhkan buat ngebully.. baca model orang.. wkwkwkw.. kalo yang dibully levelnya lebih gede (level bully, bukan kerjaan ato yg laen2) mending cari target baru deh.. wkwkwkwk..
Gw ikut pihak ketiga aja deh no.
Bukan pembully, bukan yg di bully, tp cm nonton org yg lg di bully, xixixixi
Panjang banget oommm…. setelah bertapa sekian lama, eh posting yg bikin orang klenger bacanya.
Sebenarnya seh, secara pribadi aku ga seneng bully orang, namun desakan keadaan kadang membuat orang jadi lupa diri… aku benar2 khilaf…
Namun, dalam hati yg mendalam, seperti eru, itu sebenarnya mengkritik, biar mereka sadar. Eh malah cerita kalo mandi ga pakai sabun… emangnya beruang…
He/She is ALWAYS WRONG whether he/she is right
dan sekarang kaenya emang udah mendarah daging ke kantor ituh aturan ituh
… boss ga pernah salah… aturan dua, kalo boss salah, kembali ke aturan satu…
bully… wadaw… sering jd korban..tp ngebully juga halah.. tp ya gitu..sebisa mungkin ga mau jd character killer..kesian dan ga mau jd korban character killer juga.. intinya sih pede kl ya..meski memupuk kepedean bagi seberapa orang itu ga gampang… ~ganbatte~
@lilis
baca komen dari lilis, kok sepertinya lilis mengalami keletihan emosional?
akibat sering dibully? sama ano?
@respito
kalo dibully trus malah cerita kalo mandi ga pake sabun, waah… ini emang kasus dimana si korban sangat menikmati dibully.
@sentinelcore
sama kek pito, aku juga ga menikmati membully orang lain, apalagi dibully. hehe…
tapi aku setuju kalo kita wajib punya kepintaran bully-membully, bukan buat membully,
tapi biar ga terus-menerus jadi bahan bully. sayangnya kok malah ga dipaparkan, hue he he…